Proyek swadaya pembibitan Indonesia untuk COVID-19

Kampanye penggalangan dana oleh Akira Nishimura
  • US$0.00
    Donated So Far
Diangkat Offline: $195.92
Total: $195.92
Help this ongoing fundraising campaign by making a donation and spreading the word.
Show more
Show less

Proyek swasembada benih sayuran Indonesia

Hi. Nama saya Akira Nishimura.
Saya memulai bisnis saya di Indonesia pada tahun 1995 dan telah menghasilkan sayuran dengan budidaya alami bebas pestisida sejak 2012.


Lahan kami secara natural farming.


Bagian sayur kami di supermarket di Jakarta

Penjualan sayur-sayuran di bazzar

Toko yang dikelola langsung (ditutup pada 2019)

Net shop (Jual sayur online)

Yao Pagi Net

Apa yang ingin saya capai dengan proyek ini

Kami akan menciptakan siklus dari produksi benih hingga budidaya dan panen di Indonesia
untuk membangun sistem swasembada yang sejati.


Mengapa saya memutuskan untuk melakukan suatu proyek

Epidemi virus korona telah berdampak serius pada ekonomi global, dan perdagangan internasional hampir berhenti.
Dalam keadaan seperti itu, setiap negara memprioritaskan produksi makanannya sendiri.
F1 (benih hibrida), yang merupakan sebagian besar benih yang didistribusikan di dunia, tidak dapat dipanen benih. Petani membeli benih dan memproduksi sayuran setiap kali.
Namun, distribusi tersebut akan sulit untuk beberapa tahun ke depan.

Lahan di Cipanas

Kebutuhan mendesak untuk produksi benih dalam negeri

Indonesia, yang memiliki populasi 270 juta, memiliki tingkat swasembada biji-bijian 90-95%, tetapi tidak semua bijinya diproduksi di dalam negeri. Menurut statistik 2017, 40% benih sayuran yang ditanam di Indonesia diimpor. Ini harus diproduksi di dalam negeri sesegera mungkin.
Menteri Pertanian telah berulang kali mengajukan banding untuk produksi benih dalam negeri, tetapi belum terealisasi.

Seperti sebelumnya, tidak ada keraguan bahwa produksi pertanian Indonesia yang mengandalkan impor benih tidak lagi layak.
Tentu saja, bahan baku pupuk, pestisida, dan impor buah-buahan dan sayur-sayuran sendiri diharapkan hampir dihilangkan.Pada tahun 2020, impor dari Cina, pengekspor utama bawang bombay yang dikonsumsi di Indonesia, berhenti dan menghilang dari pasar.

Referensi (Web site Departemen pertanian)

Mentan : Jangan Biarkan Impor Bibit dan Benih Masuk Indonesia


Sejak awal produksi pertanian di Indonesia pada tahun 2012, kami telah memproduksi sayuran dengan benih tetap (benih tradisional) dari mana benih dapat dipanen.

Pembibitan sayur sunny lettuce di lahan kami

Sejauh ini, kami telah memanen tomat, tomat ceri, soba, gandum, karangan bunga krisan, selada keriting merah, lobak, terong, timun, jagung manis, moloheiya, kapri, okra dan cabe jepang.

Budidaya alami dengan benih tetap dan swasembada benih

Semua produksi sayuran di lapangan telah dilakukan dengan budidaya alami tanpa menggunakan pupuk dan pestisida(Narutal Farming Method).

Kami akan memproduksi benih sayuran berkualitas tinggi di lahan pertanian Cipanas, Jawa Barat, yang mulai dibuka pada tahun 2020, tanpa bergantung pada impor dari negara lain.

Untuk mencapai swasembada pangan di Indonesia, perlu untuk membuat siklus dari pembenihan ke produksi di wilayah ini sesegera mungkin.
Kami ingin menaikkan biaya awal secara luas untuk itu.

Estimasi biaya

Biaya transfer bahan pertanian (Jakarata-Cipanas) US $ 1,000

Bahan perbaikan rumah dan biaya konstruksi ¥ US $ 2,000

Pembelian benih dan benih US $ 1,000

Biaya buruh produksi bibit (6 bulan) $ US $ 2000

Total US $ 6,000

Jadwal Proyek

April 2020 Mulai produksi bibit

Juni 2020 Pengembangan rumah kaca untuk pembibitan

Agustus 2020-Pembibitan dimulai (10.000 butir / bulan-2,5 ton sayuran dapat diproduksi)

Oktober 2020 Peningkatan benih (50.000 butir / bulan dapat menghasilkan 12,5 ton sayuran)

Desember 2020 peningkatan Benih (100.000 kernel / bulan untuk menghasilkan 25 ton sayuran)

Profil Perusahaan

1. Nama Perusahaan PT. Bina Desa

2. Didirikan September 1995

3. Lokasi

Kantor jakarta
Lahan Jawa Barat / Greenhouse Cipanas, Jawa Barat

4. Modal disetor $ 1.510.900US $

5. Perwakilan
Nishimura Akira

6. Karyawan
2 (Pria 1, Wanita 1)

7. Deskripsi bisnis
Produksi produk pertanian yang dapat dimakan, Distributor Grosir,
Produksi bibit / Sayur Impor Mesin Pertanian Ekspor

8. Kronologi Perusahaan

1995 Didirikan di Indramayu, Jawa Barat
2001 Pindah ke Jakarta
2012 Mulai bisnis Pertanian
2013 Mulai tanam sayuran di Jawa Tengah
2014 Membuka Pusat Pengiriman di Cibinong
2015 Membuka toko sayur pertama di Blok A, Jakarta Selatan
2017 Membuka toko sayur kedua di Taman Sudirman, Jakarta Pusat
2018 Akuisisigreenhouse hidroponik bebas pestisida
2020 Mulai produksi sayuran di Cipanas

Silakan bergabung dengan kami dan bekerja sama!


Hadiah

[Untuk petani Indonesia] Set bibit sayuran organik(Setara dengan 1 juta rupiah)

0 Pendukung

[Dengan minimal 50 USD] Yang berencana untuk tinggal di Jakarta pada Agustus 2020 ・ Aneka sayuran organik (setara Rp. 1.000.000)

0 Pendukung

[Dengan minimal 50 USD] Laporkan progres bisnis di halaman web khusus kami. Menawarkan bandana Yao Pagi. Tiga warna: merah, putih dan biru tua.

0 Pendukung

[Kursus bisnis pertanian]] Konsultasi 1 jam untuk memajukan bisnis pertanian di Indonesia melalui telepon. Silakan hubungi kami melalui email untuk membahas tanggal dan waktu acara.

0 Pendukung

[Untuk sponsor besar]. Konsultasi satu jam untuk memasuki bisnis pertanian di Indonesia melalui Internet. Silakan hubungi kami melalui email untuk membahas tanggal dan waktu acara. Opsi untuk berpartisipasi dalam pengembangan bisnis perusahaan sebagai pemegang saham

0 Pendukung

Organizer

No updates for this campaign just yet

Pengikut

1 followers
Tetsushi Tanaka
US$0.00
Donated So Far
Diangkat Offline: $195.92
Total: $195.92

Help this ongoing fundraising campaign by making a donation and spreading the word.

Not Ready to Donate?

Did you know a 10 second Facebook share raises an average of $25?

Share on Facebook